Said Didu Bela Prabowo di
Tengah Gelombang Kritik, "Saya Oposisi Oligarki"
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, kembali menjadi perhatian publik setelah pernyataannya yang dinilai membela Presiden Prabowo Subianto di tengah meningkatnya kritik terhadap pemerintah di media sosial. Dalam sejumlah unggahan dan pernyataan publik, Said Didu menilai berbagai tekanan dan kritik yang diarahkan kepada pemerintahan Prabowo tidak sepenuhnya proporsional. Ia menyebut sebagian persoalan yang saat ini dihadapi Indonesia merupakan akumulasi kebijakan pemerintahan sebelumnya, bukan semata tanggung jawab pemerintahan baru.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, kembali menjadi perhatian publik setelah pernyataannya yang dinilai membela Presiden Prabowo Subianto di tengah meningkatnya kritik terhadap pemerintah di media sosial.
Dalam sejumlah unggahan dan pernyataan publik, Said Didu menilai berbagai tekanan dan kritik yang diarahkan kepada pemerintahan Prabowo tidak sepenuhnya proporsional. Ia menyebut sebagian persoalan yang saat ini dihadapi Indonesia merupakan akumulasi kebijakan pemerintahan sebelumnya, bukan semata tanggung jawab pemerintahan baru.
Pernyataan tersebut muncul di tengah ramainya kritik publik terkait kondisi ekonomi, gelombang demonstrasi mahasiswa, hingga isu kebijakan fiskal dan pengelolaan anggaran negara. Said Didu mempertanyakan mengapa sebagian gerakan kritik publik lebih fokus menyerang Prabowo dibanding mengevaluasi akar persoalan yang menurutnya telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, pernyataan Said Didu memicu reaksi beragam di media sosial. Sebagian pendukung pemerintah menilai sikap Said Didu menunjukkan pentingnya menjaga objektivitas dalam melihat transisi pemerintahan. Namun kelompok oposisi dan sejumlah aktivis menilai pembelaan tersebut justru mengabaikan tanggung jawab pemerintah saat ini terhadap berbagai persoalan nasional.
Said Didu sendiri dikenal sebagai tokoh yang cukup vokal mengkritik pemerintahan sebelumnya, terutama dalam isu oligarki, proyek strategis nasional, hingga tata kelola sumber daya alam. Karena itu, perubahan sikapnya terhadap pemerintahan Prabowo menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi politik.
Pengamat politik menilai fenomena tersebut menunjukkan mulai terbentuknya realignment opini publik dan elite politik setelah pergantian pemerintahan nasional. Sejumlah tokoh yang sebelumnya kritis terhadap kekuasaan kini mulai mengambil posisi berbeda terhadap pemerintahan baru.
Di media sosial X dan YouTube, potongan pernyataan Said Didu terkait Prabowo ramai dibagikan dan memicu perdebatan panjang. Sebagian warganet menilai Said Didu tetap konsisten mengkritik kebijakan yang dianggap bermasalah, sementara lainnya menganggap sikap tersebut sebagai bentuk kompromi politik baru.
Perdebatan mengenai posisi Said Didu juga mencerminkan dinamika politik nasional yang semakin cair pasca Pemilu 2024. Batas antara kelompok pendukung dan pengkritik pemerintah dinilai semakin fleksibel seiring perubahan kepentingan politik dan arah kekuasaan nasional.
Sumber Berita
Tempo, DetikNews, Kompas.com, CNN Indonesia, Wikipedia dokumentasi demonstrasi 2025, akun X Said Didu, Diskusi publik di X/Twitter, TikTok politik nasional, YouTube politik indonesia, Pernyataan Said Didu terkait Presiden Prabowo ramai dibahas di X/Twitter, TikTok, dan YouTube politik nasional. Perdebatan publik didominasi isu perubahan sikap elite politik, kritik terhadap pemerintah baru, dan dinamika oposisi pasca Pemilu 2024.

