Board of Peace Trump Terancam
Kolaps, Krisis Dana dan Kritik Global Mulai Membesar
Board of Peace yang digagas Donald Trump mulai menghadapi krisis kepercayaan setelah muncul kritik terkait transparansi dana, dukungan internasional, dan efektivitas diplomasi di tengah konflik Timur Tengah.

Inisiatif “Board of Peace” yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai menghadapi tekanan besar setelah berbagai laporan internasional mengungkap persoalan pendanaan, transparansi, hingga penolakan politik dari sejumlah negara sekutu.
Program yang sebelumnya dipromosikan Trump sebagai terobosan diplomasi global untuk mengelola rekonstruksi Gaza dan berbagai konflik internasional kini disebut berada dalam situasi yang semakin sulit. Financial Times melaporkan dana resmi Board of Peace yang dikelola melalui mekanisme World Bank belum menerima pencairan nyata meskipun berbagai negara telah mengumumkan komitmen pendanaan miliaran dolar.
Laporan tersebut memicu pertanyaan serius mengenai tata kelola keuangan organisasi tersebut. Sejumlah media internasional mengungkap bahwa sebagian dana justru dilaporkan mengalir ke rekening terpisah yang memunculkan kontroversi terkait transparansi dan akuntabilitas.
Di sisi lain, tekanan politik terhadap Board of Peace juga semakin besar. Beberapa negara Eropa sejak awal menunjukkan sikap hati-hati terhadap proyek tersebut karena dianggap berpotensi menciptakan struktur diplomasi baru yang berada di luar mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kritik semakin menguat setelah Trump kembali terlibat dalam eskalasi konflik Iran dan Timur Tengah. Sejumlah pengamat menilai langkah militer Amerika Serikat terhadap Iran justru melemahkan kredibilitas narasi perdamaian yang selama ini dibangun melalui Board of Peace.
Perpecahan juga mulai terlihat di internal Partai Republik. Beberapa kelompok konservatif menilai pendekatan Trump terhadap Iran terlalu lunak setelah muncul wacana kesepakatan baru dengan Teheran. Di sisi lain, kelompok moderat mempertanyakan efektivitas Board of Peace yang hingga kini belum menunjukkan hasil nyata di lapangan.
Media internasional mulai mempertanyakan masa depan organisasi tersebut. Sejumlah analis melihat Board of Peace menghadapi tantangan legitimasi karena belum mendapat dukungan luas dari negara-negara besar dunia dan masih dianggap terlalu berpusat pada figur Donald Trump.
Di media sosial, topik “Board of Peace” mulai ramai diperbincangkan setelah laporan Financial Times mengenai krisis pendanaan menjadi viral. Banyak pengguna X dan YouTube mempertanyakan apakah proyek tersebut benar-benar merupakan inisiatif perdamaian global atau hanya instrumen geopolitik baru Amerika Serikat.
Meski demikian, kubu Trump masih menegaskan bahwa Board of Peace tetap berjalan dan sedang berupaya memperluas dukungan internasional, termasuk melalui negosiasi konflik Iran serta perluasan Abraham Accords di Timur Tengah.
Pengamat geopolitik menilai beberapa bulan ke depan akan menjadi periode penentuan bagi masa depan Board of Peace. Jika gagal menunjukkan hasil konkret dan memperbaiki krisis kepercayaan internasional, proyek ambisius tersebut berisiko kehilangan relevansi di panggung diplomasi global.
Sumber Berita
Financial Times, Reuters, Washington Post, The Guardian, TIME, Britannica, European Policy Centre, Diskusi publik di X/Twitter, YouTube geopolitik internasional, TikTok politik global

